Showing posts with label Sunan Tirmidzi. Show all posts
Showing posts with label Sunan Tirmidzi. Show all posts

Motivasi Untuk Selalu Bertaubat dan Beristighfar


Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Allah berfirman: -'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.'" HR. Ibnu Majah, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Muslim.

Dari Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Ada seorang hamba yang kemudian berbuat dosa -atau dengan redaksi lain; melakukan dosa-, kemudian hamba itu berkata; 'Ya Rabbku, aku aku telah berbuat dosa -atau dengan redaksi telah melakukan-, ampunilah aku.' Maka Rabbnya berkata: 'Apakah hambaku tahu bahwa hamba-Ku mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.' Kemudian berlalulah beberapa waktu yang ditentukan oleh Allah, dan hamba tersebut kembali berbuat dosa lagi -atau melakukan dosa-, lalu ia pun berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa -atau melakukan dosa lagi- maka ampunilah perbuatanku.' Maka Allah berfirman: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.'Kemudian berlalulah beberapa waktu yang ditentukan oleh Allah, dan hamba tersebut kembali berbuat dosa lagi -atau melakukan dosa-, lalu ia pun berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa lagi -atua melakukan dosa lagi-, maka ampunilah perbuatanku.' Maka Allah berfirman: 'Apakah hambaku tahu bahwa hamba-Ku mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.'-(Allah mengulamgi sebanyak tiga kali)- maka hendaklah ia beramal sekehendaknya. "" HR. Bhukari, Ibnu Hiban, Ahmad.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri ai berkata ; 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam bersabda: " Iblis berkata kepada Rabbnya; 'Demi kemuliaan dan keagungan-Mu wahai Rabb, aku akan senantiasa menggelincirkan anak cucu Adam selama ruh mereka masih ada dalam jasad-jasad mereka,' lalu Allah berfirman: ' Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan senantiasa mengampuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku.'" HR. Ahmad.


Dari Ali bin Rabi'ah, ia berkata; aku menyaksikan Ali radliallahu 'anhu pada saat ia diberi utuk dinaiki, tatkala meletakkan kakinya di dalam sanggurdi, ia mengucapkan; 'BISMILLAH.' Ketika berada dipunggungnya ia mengucapkan; 'ALHAMDULILLAH.' kemudian mengucapkan; '
SUBHAANALADZII SAKHKHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUMUQRINIIN, WA INNA ILAA RABBINNAA LAMUNQALIBUUN (maha suci dzat yang telah menundukan untuk kami hewan ini, dan tidaklah kami tidak memaksanya, dan kepada Rabb kami niscaya akan kembali).' kemudian mengucapkan; 'ALHAMDULILLAAH' tiga kali, 'WALLAHU AKBAR' tiga kali, 'SUBHAANAKA INNII ZHALAMTU NAFSII FAGHFIR LII, FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA (maha suci Engkau sesungguhnya aku telah menzhalami diriku maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau).' Kemudian ia tertawa. Dia ditanya; 'Wahai Amirul Mukminin, kenapa engkau tertawa?' ia berkata: 'aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan seperti apa yang aku lakukan kemudian beliau tertawa dan aku tanyakan; 'Wahai Rasulullah, kenapa engkau tertawa dan beliau bersabda: "Sesungguhnya Rabbmu sungguh merasa kagum kepada hambaNya apabila mengucapkan 'Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku!'(Maka Allah berfirman:) 'Ia mengetahui bahwa tidak ada yang mengampuni dosa selain Aku.'"' HR, Abu Daud, Ibnu Hibban, Ahmad.

Hikmah Sakit dan Demam (Nikmat Sakit)


Dari Abu Shalih Al Asy'ari dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau menjenguk seseorang yang tengah tertimpa sakit demam, dan bersama beliau adalah Abu Hurairah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bergembiralah, sesungguhnya Allah berfirman: 'Ia (Demam) adalah api-Ku yang aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin di dunia sebagai pengganti bagiannya dari api neraka di Akhirat'." HR. Ibnu Majah; 3470, Tirmidzi;2088.

Dari Uqbah bin Amir, ia menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiada amalan pada suatu hari kecuali amalan tersebut ada penutupnya. Maka jika seorang mukmin jatuh sakit Malaikat akan berkata, 'Wahai Rabb kami, Engkau telah menahan hambamu Fulan (untuk beramal).' Allah 'Azza wa jalla berfirman; 'Tutuplah amalan untuknya sebagaimana amalan yang ia lakukan sampai sembuh atau meninggal dunia'." HR. Ahmad;17316.

Dari Rasyid bin Daud As-Shan'ani dari Abu Al-Asy'ats As-Shan'ani, bahwa dia berangkat ke Masjid Damaskus pada tengah hari, lalu ia bertemu dengan Syaddad bin Aus dan As-Shunabihi bersamanya, Aku bertanya, 'Kemana kalian hendak pergi, semoga Allah merahmati kalian.' Mereka berdua menjawab, 'Kami hendak kesini untuk menjenguk saudara kami yang sedang sakit.' Maka aku pun ikut bersama mereka berdua sampai bertemu dengan orang itu. Lalu mereka berdua berkata kepadanya; 'Bagaimana kabarmu pagi ini?' dia menjawab, 'Saya pagi ini dalam keadaan nikmat. 'Syaddad berkata kepadanya; Bergembiralah dengan peleburan keburukan dan penghapusan kesalahan. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'Azza wa jalla berfirman: ' Aku jika menguji seorang hamba dari hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas apa yang aku timpakan kepadanya, sesungguhnya dia bangun dari tempat tidurnya sebagaimana dia dilahirkan olah ibunya bersih dari kesalahan-kesalahan.' Rabb Azza wa jalla berfirman, 'Aku telah menahan hamba-Ku (dari amal shalih), maka berilah dia ganjaran sebagaimana kalian memberi ganjaran dikala dia sehat.  '" HR. Ahmad;17118

Hadits Kartu dan Keutamaan Kalimat Tauhid


Dari Abu Abdurrahman al Ma'afiri al Hubuli dia berkaata saya mendengar Abdullah bin Amru bin Al Ash berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah akan menyelamatkan seorang laki-laki dari umatku di hadapan manusia di hari kiamat, lalu Dia membuka buku catatan besar di hadapannya, setiap buku catatan besar lebarnya seperti mata memandang, kemudian Dia berfirman' 'Apakah mengingkari sesuatu dari ini? Apakah paara penulisku yang menjaga (amal manusia) menzhalimimu?' dia menjawab; 'Tidak wahai Rabbku.' Allah bertanya:'Apakah kamu mempunyai  alasan dalih (bagi amal burukmu)?' Dia menjawab; 'Tidak wahai Rabbku.' Allah berfirman: 'Tidak demikian, sesungguhnya kamu mempunyai kebaikan disisi kami, karena itu tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini.' Lalu keluarlah kartu amal kebaikan, yang didalamnya tercatat bahwa; ASY HADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASY HADU ANA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHU (saya bersaksi bahwa tiada Rabb (yang berhak disembah) selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya).' Lalu Allah berfirman; 'Hadirkan amal timbanganmu! ' dia berkata; 'wahai Rabbku, apa hubungannya kartu ini dan buku catatan ini?' Allah berfirman; 'Sesungguhnya kamu tak akan dizhalimi.'" Nabi melanjutkan; 'Lalu diletakkanlah buku catatan besar pada satu sisi, sedangkan kartu amal diletakkan disisi lainnya, maka buku catatan besar itu ringan (timbangannya) sedangkan kartu amal itu berat, maka tidak ada satupun yang lebih berat dibandingkan nama Allah." HR. At-Tirmidzi; 2639, Ibnu Hibban; 225, Ahmad; 6994.

Dari Shafwan bin Muhriz, dia berkata; Ketika Ibnu 'Umar sedang tawaf, tiba-tibaseseorang menghadangnya seraya berkata; 'wahai Abu 'abdurr Rahman', atua wahai Ibnu 'Umar apa kamu mendengar Nabi shallallahu 'alahi wasallam mengenai An-Najwa (bisikan dihari kiamat)?' Ibnu 'Umar menjawab;  "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaih wasallam bersabda: "Nanti di hari kiamat seorang mukmin didekatkan kepada Rabb-Nya hingga Dia meletakkan Naungan-Nya ke atasnya, maka dia mengakui dosa-dosanya kemudian, Dia berkata . "Apakah kamu mengakui dosa ini ?" dia menjawab: "Wahai Rabbku, saya mengakuinya." sebanyak dua kali Allah berfirman kepadanya: "Saya telah menutupinya di dunia dan pad hari ini Aku telah mengampuninya bagimu." Kemudian diberikanlah kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya. Adapun yang lain orang-orang kafir, maka mereka dipanggil dihadapan semua manusia dan dikatakan: "Inilah mereka yang telah mendustakan Rabb mereka., ketahuilah bahwa laknat Allah berlaku atas orang-orang yang dzalim." HR. Bukhari; 4685, 2441, 6070, 7514, Ibnu Majah; 185, Ibnu Hiban; 7355, 7356, Muslim; 2768, Ahmad; 5825, 5436.



Orang Buta Yang Bersabar dan Ikhlas Akan Mendapatkan Surga

Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda: " Allah berfirman: " Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan penyakit pada kedua matanya, kemudian ia mampu bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.". HR. Bukhari; 5653.

Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia mefarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata : Allah 'Azza wajalla berfirman: "Barang siapa yang aku hilangkan kedua matanya, lantas ia bersabar dan mengharap pahala, Aku tidak merelakan pahala selain surga". HR. At-Tirmizdi; 2401.

Dari Ibnu 'Abbas  radliallahu 'anhu  dia, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: " Jika Aku ambil kemulian hamba-Ku, kemudian dia bersabar dan ikhlas , maka Aku tidak rela baginya balasan kecuali surga". HR. Ibnu Hibban; 2930.

Pencatatan Amal Baik dan Buruk

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Allah berfirman: 'Jika seorang hamba-Ku inginn melakukan kejahatan maka janganlah kau catat hingga ia melakukannya, dan jika ia melakukannya maka catatlah semisalnya. Jika ia meninggalkannya karena Aku maka catatlah kebaikan baginya, dan jika ia berniat melakukan kebaikan sedang ia belum melakukannya maka catatlah kebaikan baginya, dan jika ia melakukannya maka catatlah sepuluh kebaikan baginya, bahkan tujuh ratus kali lipat.' " HR. Bukhari; 7501, At-Tirmidzi; 3073, Ibnu Hibban; 381, Muslim; 128, Ahmad; 7296, 8219, 8166.

Dari Abu Hurairah dari Muhamad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam. Lalu ia menyebutkan hadits-hadits darinya, dia berkata, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda: " Allah berfirman: ' Apabila hamba-Ku berkeinginan untuk melakukan kebaikan maka Aku menulisnya sebagai satu kebaikan selama dia melakukannya, maka jika dia melakukannya maka Aku menulisnya sebagai sepuluh kebaikan. Dan apabila ia berkeinginan utuk kejelekan maka Aku akan mengampuninya selama dia belum melakukannya, namun jika dia mengamalkanya maka Aku menulisnya sebagai satu kejahatan -dan dia lebih mengetahuinya- seraya berfirman, ' Kalian awasilah dia. Jika dia mengerjakan kejelekan maka tulis dengan semisalnya, dan jika diameninggalkannya maka tulis untuknya satu kebaikan. Karena dia meninggalkan karena Aku'. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda: " Apabila salah seorang dari kalian memperbagus Islamnya maka setiap kebaikan yang ia kerjakan akan dicatat sepuluh semisalnya hingga tujuh ratus kali  lipat. Dan setiap kejelekan yang dia kerjakan niscanya dicatat dengan semisalnya hingga dia menemui Allah. " HR. Muslim; 129.

Dari Ibnu Abbas radhilayyahu'anhuma , dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza wajalla berfirman, beliau bersabda; " Allah menulis kebaikan dan kejahatan, selanjutnya menjelaskan; siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnnya seepuluh kebaikan, bahkan hingga dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali, bahkan dilipatgandakan dengan bilangan tak terbatas. Sebaliknya, barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja. HR. Bukhari; 6491, Ahmad; 2827, 3402.

Allah Maha Pengampun

Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Ketika Allah menciptan mahluk, Dia dalam kitab-Nya yang Dia sendiri yang menulis atas diri-Nya, dan itu diletakkan-Nya di sisi-Nya diatas 'arsy, 'Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan Kemurkan-Ku". " HR. Ibnu Majah; 4295, At-Tirmizi; 3543, Bukhori; 7404, 3194, Muslim; 2751, Ahmad; 9597, 8127, 8700, Ibnu Hibban; 6145

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda: "Ketika Allah menetapkan penciptaan mahluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas al-'arsy (yang isinya): "Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku". HR. Bukhari; 3194.

Dari 'Abdurrahman bin  Abu 'Amrah berkata, Aku dengar Abu Hurairah berkata, Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada seorang hamba melakukan dosa atau dengan radaksi lain ; berbuat dosa-, lantas hamba itu berkata; Ya Rabbku, aku telah telah melakukan dosa atau dengan redaksi 'telah berbuat dosa, maka ampunilah aku'. Maka Rabb berkata: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa 
ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan  menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.'Selang beberapa waktu, dia kembali melakukan dosa atau mengerjakan dosa, lalu ia berkata Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa atau melakukan dosa, maka ampunilah aku.' Allah berfirman: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah telah mengampuni hamba-Ku. 'Selang beberapa waktu, ia kembali melakukan dosa atau berbuat dosa, ia pun berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa atau melakukan dosa, maka ampunilah aku. 'Allah berfirman: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dan menghukumnya. Aku telah mengampuni hamba-Ku (Allah mengulainya sebanyak tiga kali), maka hendaknya beramal sekehendaknya. " HR. Bukhari; 7507, Ibnu Hibban; 622, 625, Ahmad; 9256.

Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam meriwayakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbunyi: "Hai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim dan perbuata  zalim itu pun Aku haramkan diatara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling berbuat zalim! Hai hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kesesatan dalam kesesatan, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Oleh karena itu, mohon petunjuklah kepada-Ku, niscaya Aku memberikannya kepada kalian! Hai hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kelaparan, kecuali orang yang telah Aku beri makan. Oleh karena itu, mintalah makan pada-Ku, niscaya Aku akan Memberi kalian makan! Hai hamba-Ku, kalian yang sekalian telanjang dan tidak mengenakan sehelai pakaian, kecuali yang Aku beri pakaian. Oleh karana itu, mintalah pakaian pada-Ku niscaya Aku akan Memberi kalian pakaian! Hai hamba-Ku, kalian senantiasa berbuat salah pada malam dan siang hari, sementara aku akan mengampuni segala dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian! Hai hamba-Ku kamu sekalian tidak akan dapat menimpakan bahaya sedikit pun kepada-Ku, tetapi kalian merasa dapat melakukannya. Selain itu, kamu sekalian tidak akan dapat memberi manfaat sedikit pun kepada-Ku, tetapi kalian merasa dapat melakukannya. Hai Hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta manusia dan jin, semuanya berada pada tingkat ketakwaan yang paling tinggi, maka hal itu sedikit pun tidak akan menambah kekuasan-Ku. Hai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang tedahulu dan orang-orang yang belakangan serta jin dan manusia semunya berada pada tingkat keberadaan yang paling buruk, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasan-Ku. Hai hamba-Ku seandainya orang-orang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri diatas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku punuh permintannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air  ketika dimasukan kedalam lautan. Hai hamba-Ku sesungguhnya  amal perbuata kalian senantiasa akan Aku  hisab (adakan perhitungan) untuk kalian sendiri dan kemudian Aku akan berikan balasannya. Barang siapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah Subhanahu wa 'Ta ala. Dan barang siapa yang mendapatkan selai itu (keburukan), maka jangankah ia mencela kecuali dirinya sendiri. HR. Muslim; 2577, 619

Dari Ibnu Abas dia berkata; "Ketika turun ayat '(Dan jika kamu ingin melahirkan sesuatu yang ada di dalam hatimu atau menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatan itu)' (Qs. Al-Baqarah: 284)". Ibnu Abbas berkata; "Maka masuklah kegundahan akibat turun ayat tersebut kedalam hati para sahabat yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Katakanlah, 'Saya mendengar dan saya menaati serta saya menyerahkan diri kepada". Ibnu Abbas berkata; "Lalu Allah meneguhkan iman pada hati mereka, dan menurunkan ayat: '(Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala(dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapatkan siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa); Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah) '(Qs. Al-Baqarah: 286), Allah berfirman: " Sungguh Aku telah melakukannya. " (Wahai Rabb kami, dan janganlah bebankan kepada  kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami) ' (Qs. Al-Baqarah: 286), Allah berfirman: "Aku melakukannya. " '(Wahai Rabb kami, beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami)' Allah berfirman: "Aku telah melakukannya." HR. Muslim; 126, Ibnu Hibban; 5069, Ahmad; 2070.

Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendengar seorang laki-laki berkata: 'orang-orang telah celaka, 'maka dialah orang yang paling celaka dari mereka, dan Allah berfirman: "Sesungguhnya dialah yang celaka.'"HR. Ahmad; 7682.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan