Showing posts with label Sunan Ibnu Majah. Show all posts
Showing posts with label Sunan Ibnu Majah. Show all posts

Motivasi Untuk Selalu Bertaubat dan Beristighfar


Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Allah berfirman: -'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.'" HR. Ibnu Majah, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Muslim.

Dari Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Ada seorang hamba yang kemudian berbuat dosa -atau dengan redaksi lain; melakukan dosa-, kemudian hamba itu berkata; 'Ya Rabbku, aku aku telah berbuat dosa -atau dengan redaksi telah melakukan-, ampunilah aku.' Maka Rabbnya berkata: 'Apakah hambaku tahu bahwa hamba-Ku mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.' Kemudian berlalulah beberapa waktu yang ditentukan oleh Allah, dan hamba tersebut kembali berbuat dosa lagi -atau melakukan dosa-, lalu ia pun berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa -atau melakukan dosa lagi- maka ampunilah perbuatanku.' Maka Allah berfirman: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.'Kemudian berlalulah beberapa waktu yang ditentukan oleh Allah, dan hamba tersebut kembali berbuat dosa lagi -atau melakukan dosa-, lalu ia pun berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa lagi -atua melakukan dosa lagi-, maka ampunilah perbuatanku.' Maka Allah berfirman: 'Apakah hambaku tahu bahwa hamba-Ku mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.'-(Allah mengulamgi sebanyak tiga kali)- maka hendaklah ia beramal sekehendaknya. "" HR. Bhukari, Ibnu Hiban, Ahmad.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri ai berkata ; 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam bersabda: " Iblis berkata kepada Rabbnya; 'Demi kemuliaan dan keagungan-Mu wahai Rabb, aku akan senantiasa menggelincirkan anak cucu Adam selama ruh mereka masih ada dalam jasad-jasad mereka,' lalu Allah berfirman: ' Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan senantiasa mengampuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku.'" HR. Ahmad.


Dari Ali bin Rabi'ah, ia berkata; aku menyaksikan Ali radliallahu 'anhu pada saat ia diberi utuk dinaiki, tatkala meletakkan kakinya di dalam sanggurdi, ia mengucapkan; 'BISMILLAH.' Ketika berada dipunggungnya ia mengucapkan; 'ALHAMDULILLAH.' kemudian mengucapkan; '
SUBHAANALADZII SAKHKHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUMUQRINIIN, WA INNA ILAA RABBINNAA LAMUNQALIBUUN (maha suci dzat yang telah menundukan untuk kami hewan ini, dan tidaklah kami tidak memaksanya, dan kepada Rabb kami niscaya akan kembali).' kemudian mengucapkan; 'ALHAMDULILLAAH' tiga kali, 'WALLAHU AKBAR' tiga kali, 'SUBHAANAKA INNII ZHALAMTU NAFSII FAGHFIR LII, FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA (maha suci Engkau sesungguhnya aku telah menzhalami diriku maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau).' Kemudian ia tertawa. Dia ditanya; 'Wahai Amirul Mukminin, kenapa engkau tertawa?' ia berkata: 'aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan seperti apa yang aku lakukan kemudian beliau tertawa dan aku tanyakan; 'Wahai Rasulullah, kenapa engkau tertawa dan beliau bersabda: "Sesungguhnya Rabbmu sungguh merasa kagum kepada hambaNya apabila mengucapkan 'Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku!'(Maka Allah berfirman:) 'Ia mengetahui bahwa tidak ada yang mengampuni dosa selain Aku.'"' HR, Abu Daud, Ibnu Hibban, Ahmad.

Fitnah Dajjal

Dari An-Nawwas bin Sam'an Al-Kilabi, ia berkata; "Dipagi hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan Dajjal, kemudian beliu merendahkan dan meninggikan (suara) kemudian kami mengira bahwa ia telah berada di kubun kurma. Tatkala kami mendekat pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau mengetahui maksud kami kemudian beliau bertanya: "Ada apa dengan kalian?" kami menjawab: "Wahai Rasulullah menyebutkan Dajjal pada waktu pagi, kemudian engkau merendahkan dan meninggikan sehingga kami mengira bahwa ia telah berada di kebun kurma." Beliau bersabda: "Bukan Dajjal yang aku kahwatirkan terhadap kalian, (karena) jika ia keluar sedang aku masih berada ditengah-tengah kalian, maka aku akan menghadangnya hingga ia tidak sampai pada kalian, dan apabila ia keluar sedang aku tiak berada ditengah-tengah kalian, maka setiap orang harus membentengi dirinya sendiri, Allah penggantiku atas setiap orang muslim. Dajjal adalah seorang pemuda yang rambutnya keriting, matanya juling, seakan-akan kalau aku serupakan dia seperti Abdul 'Uzza bin Qathan. Barang siapa  diantara kalian melihatnya, maka bacakanlah kepadanya permulaan surat Al-Khafi, sesungguhnya ia keluar dari celah Syam dan Irak, ia berjalan sempoyongan ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah, teguhkanlah diri kalian." Kami bertanya; "Wahay Rasulullah, berapa lamakah ia tinggal di bumi?" Beliau menjawab: "Empat puluh hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sehari-harinya seperti sehari kalian." Kami bertanya; "Wahay Rasulullah, saat satu hari sama dengan satu tahun, apakah shalat kita satu hari mencukupinya?" Beliau menjawab: "Perkirakanlah sesuai sesuai dengan seukurannya." Kami bertanya: "Bagaimana kecepatannya di bumi?" Beliau menjawab: "Seperti awan yang tertiup angin." Beliau melanjutkan: "Kemudian ia datang pada satu kaum dan mengajak mereka, dan mereka pun mengikuti seruannya dan beriman kepadanya. Dajjal lalu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan maka langitpun menurunkan hujan, ia juga memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuahan, dan bumipun menumbuhkan tumbuhannya, binatang trnak mereka kembali sendiri pada  sore hari dengan punggung yang sangat tinggi yang penuh dengan daging dan susu. Kemudian Dajjal mendatngi kaum yang lain dan mengajak mereka, akan tetapi mereka menolak seruannya, lantas dia meninggalkan kaum trsebut. Tiba-tiba mereka jatuh miskin dan lumpuh. Dajjal lalu berkata pada bumi; "Keluarkan kekayaanmu." Maka kekayaan di bumi keluar dan mengikutinya sebagaiman kawanan lebah mengikuti ratunya. Kemudian dia memanggil seorang laki-laki dan menebasnya dengan pedang, maka laki-laki tersebut terbelah menjadi dua sejauh lemparan. Kemudian Dajjal menanggil laki-laki yang terbelah  tersebut, maka wajah orang tersebut terlihat gembira dan tertawa. Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, Allah menurunkan Isa bin Maryam, ia turun di menara putih yang terletak di negeri Damaskus dengan mengenakan dua pakaian, sambil meletakan kedua tangannya diatas pundak dua malaikat. Jika ia menganggukan kepala maka akan nampak Juman berbentuk mutiara. Tidak ada orang kafirpun yang menemui nafasnya, kecuali ia akan binasa. Lalu Isa bin Maryam mencari Dajjal dan menemukannya di pintu Ludd (suatu tempat di Baitul Maqdis), lalu ia membunuhnya. Kemudian Nabi Allah mendatangi suatu kaum yang telah Allah lindungi. Beliua mengusap wajah mereka dan menceritakan derajad mereka di surga. Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam: 'Wahai Isa, sesungguhnya aku telah mengeluarkan haba-hamba-Ku tanpa ada kekuatan manapun yang dapat memeranginya, maka bawalah hamba-hamba-Ku kebukit Tursina.' Lalu Allah mengirimkan Ya'juj dan Ma'juj sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah: '(Hingga apabila dibukakan(tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi)'(Qs. Al-Anbiyaa: 96), Orang yang pertama dari mereka yang melintasi danau At-Thabariyah dan meminum semua, kemudia kelompok yang lain datang dan melintasi daerah itu seraya berkata; 'Dahulu tempat ini pernah mengalir airnya.' Nabi Isa dan para sahabatnya lalu datang dan mendapati satu kepala lembu lebih berharga dari pada seretus dinar yang ada pada kalian hari ini. Maka Nabi Allah Isa dan para sahabatnyadengan sangat memohon kepada Allah, maka Allah mengutus sekawanan naghaf (sejenis ulat yang ada dihidung kambing atau unta) pada leher mereka, maka di pagi harinya mereka mati bergelimpangan seperti matinya satu jiwa. Kemudian Nabi Allah Isa dan para sahabatnya sampai ke suatu tempat, akan tetapi tempat tersebut telah dipenuhi(oleh pengikut Dajjal), bau nafass merekapun memenuhi tempat tersebut. Lantas mereka (Nabi Isa dan sahabatnya) memohon kepada Allah, maka Allah mengutus sekawanan burung seperti punduk unta yang berleher panjang, supaya melemparkan mereka (pengikut Dajjal) keberbagai tempat yang dikehendaki Allah. Setelah itu, Allah mengirim hujan kepada mereka sehingga tidak tersisa  satu rumahpun yang keras atau tenda-tenda hingga air hujan membersihkannya sehingga menjadikannya seperti cermin yang bening. Kemudian dikatakan kepada bumi; 'Keluarkanlah tumbuh-tumbuhanmu dan kembalikanlah keberkahanmu.' Pada hari itu, sekelompok mausia makan buah delima dan dapat berlindung dengan kulitnya. Allah memberikan keberkahan pada susu, sehingga seekor unta yang sebentar lagi beranak dapat mencukupi untuk dimakan orang banyak, seekor lembu yang hendak beranak juga dapat mencukupi untuk dimakan satu kabilah, dan seekor kambing yang hendak beranak juga dapat mencukupi untuk dimakan sekelompok manusia. Dan ketika mereka dalam kondisi demikian, Allah mengirimkan hembusa Angin yang baik dan harum, lalu dicabutlah seluruh ruh orang Muslim. Dan yang tersisa adalah orang-orang jahat dan berkelakukan seperti keledai, kepada merekalah hari kiamat datang." HR. Ibnu Majah; 4065.

Hikmah Sakit dan Demam (Nikmat Sakit)


Dari Abu Shalih Al Asy'ari dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau menjenguk seseorang yang tengah tertimpa sakit demam, dan bersama beliau adalah Abu Hurairah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bergembiralah, sesungguhnya Allah berfirman: 'Ia (Demam) adalah api-Ku yang aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin di dunia sebagai pengganti bagiannya dari api neraka di Akhirat'." HR. Ibnu Majah; 3470, Tirmidzi;2088.

Dari Uqbah bin Amir, ia menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiada amalan pada suatu hari kecuali amalan tersebut ada penutupnya. Maka jika seorang mukmin jatuh sakit Malaikat akan berkata, 'Wahai Rabb kami, Engkau telah menahan hambamu Fulan (untuk beramal).' Allah 'Azza wa jalla berfirman; 'Tutuplah amalan untuknya sebagaimana amalan yang ia lakukan sampai sembuh atau meninggal dunia'." HR. Ahmad;17316.

Dari Rasyid bin Daud As-Shan'ani dari Abu Al-Asy'ats As-Shan'ani, bahwa dia berangkat ke Masjid Damaskus pada tengah hari, lalu ia bertemu dengan Syaddad bin Aus dan As-Shunabihi bersamanya, Aku bertanya, 'Kemana kalian hendak pergi, semoga Allah merahmati kalian.' Mereka berdua menjawab, 'Kami hendak kesini untuk menjenguk saudara kami yang sedang sakit.' Maka aku pun ikut bersama mereka berdua sampai bertemu dengan orang itu. Lalu mereka berdua berkata kepadanya; 'Bagaimana kabarmu pagi ini?' dia menjawab, 'Saya pagi ini dalam keadaan nikmat. 'Syaddad berkata kepadanya; Bergembiralah dengan peleburan keburukan dan penghapusan kesalahan. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'Azza wa jalla berfirman: ' Aku jika menguji seorang hamba dari hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas apa yang aku timpakan kepadanya, sesungguhnya dia bangun dari tempat tidurnya sebagaimana dia dilahirkan olah ibunya bersih dari kesalahan-kesalahan.' Rabb Azza wa jalla berfirman, 'Aku telah menahan hamba-Ku (dari amal shalih), maka berilah dia ganjaran sebagaimana kalian memberi ganjaran dikala dia sehat.  '" HR. Ahmad;17118

Hadits Kartu dan Keutamaan Kalimat Tauhid


Dari Abu Abdurrahman al Ma'afiri al Hubuli dia berkaata saya mendengar Abdullah bin Amru bin Al Ash berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah akan menyelamatkan seorang laki-laki dari umatku di hadapan manusia di hari kiamat, lalu Dia membuka buku catatan besar di hadapannya, setiap buku catatan besar lebarnya seperti mata memandang, kemudian Dia berfirman' 'Apakah mengingkari sesuatu dari ini? Apakah paara penulisku yang menjaga (amal manusia) menzhalimimu?' dia menjawab; 'Tidak wahai Rabbku.' Allah bertanya:'Apakah kamu mempunyai  alasan dalih (bagi amal burukmu)?' Dia menjawab; 'Tidak wahai Rabbku.' Allah berfirman: 'Tidak demikian, sesungguhnya kamu mempunyai kebaikan disisi kami, karena itu tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini.' Lalu keluarlah kartu amal kebaikan, yang didalamnya tercatat bahwa; ASY HADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASY HADU ANA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHU (saya bersaksi bahwa tiada Rabb (yang berhak disembah) selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya).' Lalu Allah berfirman; 'Hadirkan amal timbanganmu! ' dia berkata; 'wahai Rabbku, apa hubungannya kartu ini dan buku catatan ini?' Allah berfirman; 'Sesungguhnya kamu tak akan dizhalimi.'" Nabi melanjutkan; 'Lalu diletakkanlah buku catatan besar pada satu sisi, sedangkan kartu amal diletakkan disisi lainnya, maka buku catatan besar itu ringan (timbangannya) sedangkan kartu amal itu berat, maka tidak ada satupun yang lebih berat dibandingkan nama Allah." HR. At-Tirmidzi; 2639, Ibnu Hibban; 225, Ahmad; 6994.

Dari Shafwan bin Muhriz, dia berkata; Ketika Ibnu 'Umar sedang tawaf, tiba-tibaseseorang menghadangnya seraya berkata; 'wahai Abu 'abdurr Rahman', atua wahai Ibnu 'Umar apa kamu mendengar Nabi shallallahu 'alahi wasallam mengenai An-Najwa (bisikan dihari kiamat)?' Ibnu 'Umar menjawab;  "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaih wasallam bersabda: "Nanti di hari kiamat seorang mukmin didekatkan kepada Rabb-Nya hingga Dia meletakkan Naungan-Nya ke atasnya, maka dia mengakui dosa-dosanya kemudian, Dia berkata . "Apakah kamu mengakui dosa ini ?" dia menjawab: "Wahai Rabbku, saya mengakuinya." sebanyak dua kali Allah berfirman kepadanya: "Saya telah menutupinya di dunia dan pad hari ini Aku telah mengampuninya bagimu." Kemudian diberikanlah kepadanya catatan kebaikan-kebaikannya. Adapun yang lain orang-orang kafir, maka mereka dipanggil dihadapan semua manusia dan dikatakan: "Inilah mereka yang telah mendustakan Rabb mereka., ketahuilah bahwa laknat Allah berlaku atas orang-orang yang dzalim." HR. Bukhari; 4685, 2441, 6070, 7514, Ibnu Majah; 185, Ibnu Hiban; 7355, 7356, Muslim; 2768, Ahmad; 5825, 5436.



Bahaya Syirik


Dari Abu Hurairah berkata: ' Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam bersabda:
" Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu, barang siapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, Aku meninggalkannya dan se kutununya'." ' HR. Muslim; 2987, Ibnu Majah; 4202, Ahmad; 9619.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
 " Tatkala Nabi Ibrahim bertemu bapaknya, dia berkata; 'Ya Rabbku, Engkau telah menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan membuatku sedih pada hari kiamat.'Maka Allah berfirman:"Sesungguhnya Aku telah mengharamkan surga bagi orang-orang kafir."" HR. Bukhari; 4769.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Nabi Ibrahim Aalaihissalam bertemu dengan ayahnya, Azar, pada hari qiamat. Ketika itu wajah Azar ada debu hitam lalu Ibrahim berkata pada bapaknya "Bukankah aku sudah katakan kapada ayah agar ayah tidak menentangku?". Bapaknya berkata ; "Hari ini aku tidak akan menentangmu." Kemudian Ibrahim berkata ; "Wahai Rabbku Engkau sudah berjanji kepadaku untuk tidak menghinakan aku pada hari berbangkit. Lalu kehinaan apalagi yang lebih hina dari pada keberadaan bapakku yang jauh(dariku)?".
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Aku mengharamkan surga bagi orang-orang kafir". Lalu dikatakan kepada Ibrahim; "Wahai Ibrahim, apa yang ada di kedua telapak kakimu?".  Maka Ibrahim melihatnya yang ternyata ada seekor anjing hutan yang kotor. Maka anjing itu diambil kakinya lalu dibuang ke neraka". HR.Bukhari; 3350.

Dari Mahmud bin Labib bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
 "Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan dari kalianadalah syirik kecil." Mereka bertanya: "Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Riya`, Allah 'Azza wajalla berfirman kepada mereka pada hari kiamat saat orang-orang diberi balasan atas amal-amal mereka: "Temuilah orang-orang yang dulu kau perlihat-lihatkan di dunia lalu lihatlah apakah kalian menemukan balasan disisi mereka?." HR. Ahmad; 23630.




Allah Meggenggam Bumi dan Langit Pada Hari Kiamat

Dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bahwa Abu Hurairah berkata: " Aku mendengar Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda: " Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanannya seraya berkata: " Akulah Raja, mana raja-raja di bumi" " " HR. Bukhari; 4812, 6519, 7382, Muslim; 2787, Ibnu Majah; 192


Dari 'Ubaidullah bin Miqsan bahwasannya dia memperhatikan bagaimana 'Abdullah bin 'Umar menceritakana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda. Beliua bersabda: Allah azza wa jalla  menggenggam langit dan bumi dengan jari jemarinya dan membentangkan seraya berseru 'Akulah Raja'. Ibnu Umar berkata : " sampai-sampai aku melihat bagian bawah mimbar bergerak-gerak, sehingga aku bergumam ; 'Apakah mimbar tersebut akan roboh bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?. HR. Muslim; 2788, Majah; 4275, Ibnu Hibban; 7324.

Khutbah Pada Hari Raya Iedul Fitri dan Adha

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hakim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bahr berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Muslim Al Khaulani berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Az Zubair dari Jabir ia berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar pada hari raya iedul fitri atau Adlha, beliau lalu berkhutbah dengan berdiri, kemudian duduk sejenak, kemudian bangun. " HR. Sunan Ibnu Majah; 1279.

Keutamaan Tauhid


Tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tuhan yang disembah, tiada tuhan selain Allah


Dari Abu Dzar di berkata; Rasulullsh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Allah Azza wa jalla berfirman: "Barang siapa berbuat kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan  yang semisalnya dan terkadang Aku tambah lagi. Dan Barang siapa yang berbuat keburukan, maka balasanya adalah keburukan yang serupa atau Aku mengampuninya. Barang siapa mendekat pada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka aku akan mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat padanya satu depa, dan jika ia mendatangiku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari. Dan barang siapa yang bertemu dengan kesalahan sebesar isi bumi tanpa menyekutukan-Ku dengan yang lainnya, maka Aku akan menemuinya dengan dengan apunan sebesar itu pula." HR. Muslim; 2687, Ibnu Majah; 3821.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri ia berkata; " Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam bersabda: " Perdebatan salah seorang di antara kalian tentang haknya di dunia, tidaklah lebih dasyat dari pada perdebatan kaum mukminin kepada Rabb mereka tentang saudara-saudara mereka yang dimasukan ke Neraka, beliau bersabda: "Mereka berkata; Wahai Rabb kami dahulu saudara-saudara shalat bersama kami berpuasa bersama kami dan berhaji bersama kami namun Engkau masukan mereka ke Neraka, Beliau bersabda: " Allah berfirman; " Pergilah, lalu keluakanlah siapa yang kalian kenal di antara mereka."Beliau bersabda: " Lalu mereka mendatangi mereka dan mengenali mereka dangan bentuk mereka, di antara mereka ada yang terbakar hingga setengah betisnya, di antara mereka ada yang terbakar hingga mata kakinya, lalu mereka mengeluarkannya seraya berkata: " Wahai tuhan kami, kami telah mengeluarkan orang yang Enkau perintahkan." Beliau bersabda :" Lalu Allah berfirman ;" Keluarkan siapa saja yang di hatinya terdapat keimanan satu dinar." Lalu Dia berfirman lagi;"Siapa yang di hatinya terdapat keimanan seberat setengah dinar ." Hingga Dia mengatakan;" Siapa yang di hatinya terdapat keimanan seberat biji Dzarroh (atom)." Abu Sa'id berkata;" Barang siapa yang tidak percaya maka hendaknya ia membaca ayat ini: " Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya . Barabg siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."HR. Ibnu Majah; 60, An Nasa'i; 5010, Ibnu Hibban; 7377, Bukhari; 7439, Ahmad; 11898.


Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja, dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka. (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17). Meyakini rububiyah yaitu meyakini kekuasaan Allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, misalnya meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan oleh Allah, Allahlah yang memberikan rizqi, Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Allah menggerakan bintang-bintang, dll. Di nyatakan dalam Al Qur’an:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang” (QS. Al An’am: 1)

Allah Maha Pengampun

Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Ketika Allah menciptan mahluk, Dia dalam kitab-Nya yang Dia sendiri yang menulis atas diri-Nya, dan itu diletakkan-Nya di sisi-Nya diatas 'arsy, 'Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan Kemurkan-Ku". " HR. Ibnu Majah; 4295, At-Tirmizi; 3543, Bukhori; 7404, 3194, Muslim; 2751, Ahmad; 9597, 8127, 8700, Ibnu Hibban; 6145

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda: "Ketika Allah menetapkan penciptaan mahluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas al-'arsy (yang isinya): "Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku". HR. Bukhari; 3194.

Dari 'Abdurrahman bin  Abu 'Amrah berkata, Aku dengar Abu Hurairah berkata, Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada seorang hamba melakukan dosa atau dengan radaksi lain ; berbuat dosa-, lantas hamba itu berkata; Ya Rabbku, aku telah telah melakukan dosa atau dengan redaksi 'telah berbuat dosa, maka ampunilah aku'. Maka Rabb berkata: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa 
ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan  menghukumnya. Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.'Selang beberapa waktu, dia kembali melakukan dosa atau mengerjakan dosa, lalu ia berkata Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa atau melakukan dosa, maka ampunilah aku.' Allah berfirman: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang bisa mengampuni dosa dan menghukumnya. Aku telah telah mengampuni hamba-Ku. 'Selang beberapa waktu, ia kembali melakukan dosa atau berbuat dosa, ia pun berkata, 'Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa atau melakukan dosa, maka ampunilah aku. 'Allah berfirman: 'Apakah hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dan menghukumnya. Aku telah mengampuni hamba-Ku (Allah mengulainya sebanyak tiga kali), maka hendaknya beramal sekehendaknya. " HR. Bukhari; 7507, Ibnu Hibban; 622, 625, Ahmad; 9256.

Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam meriwayakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbunyi: "Hai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim dan perbuata  zalim itu pun Aku haramkan diatara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling berbuat zalim! Hai hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kesesatan dalam kesesatan, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Oleh karena itu, mohon petunjuklah kepada-Ku, niscaya Aku memberikannya kepada kalian! Hai hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kelaparan, kecuali orang yang telah Aku beri makan. Oleh karena itu, mintalah makan pada-Ku, niscaya Aku akan Memberi kalian makan! Hai hamba-Ku, kalian yang sekalian telanjang dan tidak mengenakan sehelai pakaian, kecuali yang Aku beri pakaian. Oleh karana itu, mintalah pakaian pada-Ku niscaya Aku akan Memberi kalian pakaian! Hai hamba-Ku, kalian senantiasa berbuat salah pada malam dan siang hari, sementara aku akan mengampuni segala dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian! Hai hamba-Ku kamu sekalian tidak akan dapat menimpakan bahaya sedikit pun kepada-Ku, tetapi kalian merasa dapat melakukannya. Selain itu, kamu sekalian tidak akan dapat memberi manfaat sedikit pun kepada-Ku, tetapi kalian merasa dapat melakukannya. Hai Hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta manusia dan jin, semuanya berada pada tingkat ketakwaan yang paling tinggi, maka hal itu sedikit pun tidak akan menambah kekuasan-Ku. Hai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang tedahulu dan orang-orang yang belakangan serta jin dan manusia semunya berada pada tingkat keberadaan yang paling buruk, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasan-Ku. Hai hamba-Ku seandainya orang-orang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri diatas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku punuh permintannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air  ketika dimasukan kedalam lautan. Hai hamba-Ku sesungguhnya  amal perbuata kalian senantiasa akan Aku  hisab (adakan perhitungan) untuk kalian sendiri dan kemudian Aku akan berikan balasannya. Barang siapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah Subhanahu wa 'Ta ala. Dan barang siapa yang mendapatkan selai itu (keburukan), maka jangankah ia mencela kecuali dirinya sendiri. HR. Muslim; 2577, 619

Dari Ibnu Abas dia berkata; "Ketika turun ayat '(Dan jika kamu ingin melahirkan sesuatu yang ada di dalam hatimu atau menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatan itu)' (Qs. Al-Baqarah: 284)". Ibnu Abbas berkata; "Maka masuklah kegundahan akibat turun ayat tersebut kedalam hati para sahabat yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Katakanlah, 'Saya mendengar dan saya menaati serta saya menyerahkan diri kepada". Ibnu Abbas berkata; "Lalu Allah meneguhkan iman pada hati mereka, dan menurunkan ayat: '(Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala(dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapatkan siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa); Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah) '(Qs. Al-Baqarah: 286), Allah berfirman: " Sungguh Aku telah melakukannya. " (Wahai Rabb kami, dan janganlah bebankan kepada  kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami) ' (Qs. Al-Baqarah: 286), Allah berfirman: "Aku melakukannya. " '(Wahai Rabb kami, beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami)' Allah berfirman: "Aku telah melakukannya." HR. Muslim; 126, Ibnu Hibban; 5069, Ahmad; 2070.

Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendengar seorang laki-laki berkata: 'orang-orang telah celaka, 'maka dialah orang yang paling celaka dari mereka, dan Allah berfirman: "Sesungguhnya dialah yang celaka.'"HR. Ahmad; 7682.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan